Friday, February 6, 2015

Geertje Sinnema - Seorang teman dari Belanda


 (Madame Geertje dan sahabat penulis)

"Hangat", itulah Bahasa Indonesia pertama yang ia ucapkan ketika berada di Indonesia. Seorang wanita berkebangsaan Belanda itu menceritakan segalanya dengan terbuka dan tentu saja, hangat. Beliau ada seorang fisioterapis yang datang ke Indonesia sebagai salah satu volunteer di Sintang, Kalimantan Barat. Gayanya yang masih mengikuti zaman membuat penulis begitu mudah untuk memulai percakapan ataupun melakukan sesuatu tanpa perlu memikirkan arti "jadul". 
Beliau sangat terkesima dengan kehidupan sederhana di Kalimantan Barat, begitu senang dengan masyarakatnya yang sangat membantu beliau dalam menjalankan pekerjaannya di Sintang. Memang rata-rata kehidupan di Kalimantan Barat masih mengutamakan sikap tenggang rasa dan tolong menolong. Bukan hanya dengan sesama keluarga, namun juga pendatang. Namun terkadang, sebuah masalah klasik selalu menghadang mereka untuk mengenal para pendatang, BAHASA. Penulis akui sebagian besar masyarakat di Kalimantan masih terkendala dengan pendidikan, sehingga mereka tidak mampu menggunakan Bahasa Inggris maupun tahu Bahasa itu pun bagi penulis sangat tidak mungkin. Namun alangkah lebih baik banyak para turis datang dan membagi pengetahuan mereka kepada masyarakat kita?
Dari semua itu, beliau selalu tak pernah patah arang untuk membantu masyarakat Sintang, baik dibidang kesehatan yang utama, maupun pendidikan dengan mengajarkan sedikit pengetahuan kepada mereka. Disebuah puskesmas daerah, beliau membantu para anak-anak kecil yang mendapatkan kekurangan fisik maupun kekurangan mental. Tanpa pilih kasih, beliau membantu mereka tanpa berharap untuk mendapatkan balasan. Selama 3 bulan beliau lalui hingga masa baktinya habis, beliau harus kembali ke Belanda untuk bekerja kembali.
Beliau kembali ke Pontianak, ibukota propinsi Kalimantan Barat untuk menunggu penerbangan menuju Amsterdam. Itulah dimana beliau menceritakan seluruh pengalamannya di Sintang, dan beliau sangat menikmati setiap detiknya dengan masyarakat disana. Beliau sangat menyayangkan kenapa pemerintah tidak mau mengembangkan usaha mereka di bagian pariwisata. Padahal begitu banyak yang dapat kita temukan di Kalimantan Barat yang tidak kalah indahnya dengan propinsi yang lain. Beliau selalu sedih bila harus pergi dari sini karena kehidupannya yang sangat berbeda dengan kehidupan glamour kota-kota besar lainnya.

untuk posting berikutnya, penulis akan memberikan beberapa sugesti tujuan wisata yang mungkin anda perlukan atau ingin mengunjunginya.

SELESAI

#CatatanSeorangTourGuideIndependen

No comments:

Post a Comment